PARAMADINA FELLOWSHIP 2011

"The Gateway for a Bright Future"


Paramadina Fellowship 2010



Universitas Paramadina bekerjasama dengan para dermawan Indonesia untuk “keempat kalinya”, menawarkan beasiswa kepada siswa-siswi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik untuk mengikuti pendidikan (S-1) di Universitas Paramadina, pada Program Studi :
  • Manajemen
  • Falsafah dan Agama,
  • Ilmu Komunikasi,
  • Psikologi,
  • Hubungan Internasional,
  • Teknik Informatika,
  • Desain Komunikasi Visual
  • Desain Produk Industri.
Kualifikasi
  • Siswa kelas 3 atau lulusan SLTA atau sederajat dari seluruh Indonesia.
  • Siswa kelas 3 atau lulusan SLTA atau sederajat, dengan nilai rata-rata NEM/UAN, STTB, dan Raport Kelas I, II dan III, minimum 7,50.
  • Termasuk 10 siswa atau lulusan terbaik di kelas selama 4 (empat) semester.
  • Tanggal lahir 1 Januari 1988 dan setelahnya.
  • Memiliki kecerdasan emosional dan jiwa kepemimpinan, mudah bersosialisasi, serta beretika tinggi.
  • Aktif dalam kegiatan organisasi intra dan ekstra sekolah.
  • Mampu berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
  • Tidak pernah terlibat tindak kriminal (penyalahgunaan narkotika dan miras, pemalsuan, pelecehan seksual dan tindakan asusila lainnya, serta tindak kekerasan).
  • Memahami dan menyetujui semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam program beasiswa ini **
**) Ketentuan yang berlaku :
  1. Penerima beasiswa harus menyelesaikan masa kuliah dalam kurun 4 tahun kalender akademik.
  2. Siswa yang tidak mendapatkan nilai IPK minimal 3,00 selama dua semester pada saat perkuliahan, dinyatakan gagal dan tidak lagi memperoleh beasiswa untuk penyelesaian sisa masa studi.
  3. Nominasi ini akan gugur dengan sendirinya apabila siswa/pendaftar dinyatakan tidak lulus UAN.
  4. Tidak sedang menerima beasiswa untuk Pendidikan Tinggi.
  5. Tidak boleh menerima beasiswa lain, selama menjalani PF.

Proses Pendaftaran
Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Bagian Informasi Universitas Paramadina tanpa dipungut biaya atau dapat di download di sini. Formulir Pendaftaran yang sudah diisi diserahkan sebelum batas waktu yang ditentukan dengan disertai :

1. Satu halaman tulisan yang berjudul “Aku Si Agent of Change di Masa Depan” dan satu halaman tulisan berjudul“Titik Nadir dalam Kehidupanku” (Petunjuk dan lembar essay terlampir).
2. Dua surat rekomendasi yaitu dari Kepala Sekolah atau Tokoh Masyarakat dan Guru. (Form surat rekomendasi terlampir).
3. Fotocopy transkip nilai (dilegalisir)

* Untuk Lulusan SLTA
  • Fotocopy NEM yang dilegalisir
  • STTB yang dilegalisir
  • Ijazah yang dilegalisir
  • Raport Kelas 1, 2, dan 3 yang dilegalisir
* Untuk Siswa SLTA Kelas 3
  • Fotocopy raport Kelas 1, 2, dan 3 yang dilegalisir
4. Fotocopy Sertifikat Penghargaan yang pernah diraih (khusus SLTA)
5. Surat keterangan tidak buta warna dari dokter (khusus pendaftar Desain Komunikasi Visual) dan tidak buta warna total (khusus pendaftar Desain Produk Industri).
6. Satu foto berwarna ukuran 4 x 6 cm
7. Fotocopy Kartu Identitas (KTP)
8. Fotocopy Kartu Keluarga


Catatan :

  • Formulir dan kelengkapan dokumen pendaftaran, dapat diserahkan langsung ke Bagian Informasi Universitas Paramadina (Senin – Jum’at, pukul 09.00 – 16.00 WIB dan Sabtu, pukul 09.00 – 13.00 WIB) atau dikirim melalui pos.
  • Kami tidak menerima pengembalian formulir dan berkas pendaftaran melalui e-mail.
Batas Waktu Pendaftaran
Batas akhir penyerahan formulir dan berkas pendaftaran Program Paramadina Fellowship 2011 adalah :

  • Melalui pos, dengan stempel pos, 9 April 2011.
  • Langsung diantar ke Universitas Paramadina, 15 April 2011.

Dana Beasiswa
Paramadina Fellowship 2011, mencakup pendanaan :

  • Dana transportasi dari tempat asal menuju ke Universitas Paramadina.
  • Biaya studi maksimal 4 tahun kalender akademik.
  • Dana pendukung pra-kuliah sebesar Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).
  • Tunjangan buku 1 juta rupiah per-semester.
  • Biaya hidup (living allowance) sebesar 1 juta rupiah per-bulan.** dan 20% dari dana tersebut dikenakan untuk dana asrama.
  • Disediakan asrama, wajib tinggal selama 2 tahun atau 4 semester berturut-turut.** dan dapat diperpanjang hingga akhir kuliah (maksimal 4 tahun, sesuai kalender akademik).
  • Kemungkinan pelatihan dan magang selama studi, di perusahaan Donor.
  • Peluang kesempatan kerja atau tawaran kerja dari Donor, setelah menyelesaikan studi S-1.

**) Keterangan :

  • Penerima beasiswa dari wilayah Jabodetabek, juga berhak atas biaya hidup dan wajib tinggal di asrama.
  • Pengelolaan asrama akan dibebankan pada masing-masing penghuni (dalam hal ini penerima PF) untuk melatih kemandirian dan lebih bertanggungjawab.

Informasi

Untuk memperoleh informasi Paramadina Fellowship 2011,
Sdri. Lina & Cici
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 888/200
Sdri. Muna Pratiwi
Koordinator Fellowship
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 232/235

Universitas Paramadina
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
Telp. +62 21 7918 1188
Fax. +62 21 799 3375

a blast from Paramadina Bakti Negeri "Selimut Puisi untuk Negeri"

irviene:


Imunisasi Puisi and Paramadina Bakti Negeri Rangers!

The Imunisasi Puisi team (a few)

Debus by Tirtayasa University

RAS Muhammad feat. Kunokini

The charming RAS Muhammad (Go Reggae!)


the awesome yet humble punk band: MARJINAL







Very touching teathrical duo: Reni Oktari and AG Eka Wenats


Prof. Abdul Hadi in giving Humanity Speech

DR. Joserizal Jurnalis

Our handsome Rector: Anies Baswedan, Ph. D

Teater Air 

T-ta

M. Riza Damanik from KIARA

Our OPA, Utomo Dananjaya (hope you  get well ASAP, we miss you)



The Crowd
Spontaneous horrible report from PBN. wakaka



The Kafha Hall of Fame



Another unforgettable moment in Kafha Family. And I miss the hecticness and the funny moment with you all, guys. 

Special thanks for PBN Team:
Kiki, thanks for being such a nice secretary. I can't live without you, ahaha
Vina and Indri, a great great duo of Treasurer
Ghoib, ayo ngamen lagi =)
Aa, a very kind yet funny kribo fund raising ranger!
Indah and Asri, never giving up in searching donators
Didiya, consumption.. logistic.. the Scoopy girl
Ase, your job was awesome. Thanks to Rona from Imunisasi Puisi, too
Ardie, our public relations coordinator
Dondik, Nuel, Tya: Ngurusin cermiiin aja kerjaannya =P
Mariyo and Teh Ayu, the bomber steering committee
Ubay and Fitri, I believe you can be a better 'toolman'  next time =)

And the Imunisasi Puisi team from 2010 that rocks! your hardwork can't be compare to anything!
Bara, Rona, Enyak, Nabila, Kharima, Nadia, Rizal, Farid, Amrin, Sherly, Resty, Andri FA, Andri MNJ, Amee, Dina, Niken, Ayu, Tika, Arif, Bee, Agung, Anggi, Said


I heart Kafha! 
Who doesn't love Kafha, anyway?
=)


BL:

Gue mau masuk Kafha gimenong caranya?

Repost from Facebook Notes #1: Ini Sesuatu yang Harus Kamu Tahu

irviene:

tidak, ini bukan tulisan tentang lawan jenis yang notabene selalu jadi topik lagu-lagu mainstream atau puisi cinta-cintaan.
tidak, ini juga bukan cerita tentang persahabatan happily ever after yang manis seperti gula-gula yang dijual di seven grain.
tidak, tidak. bukan tentang orang tua yang jadi 'tema ESQ untuk merenungi hidup hari ini'

ini tentang sebuah









kasur.

kenapa kasur?

sudah saatnya saya menghargai balas budi kasur saya.



barusan tadi seorang sahabat datang di kasur saya dengan air muka sedih
"aku mau cerita banyak," katanya.

dan ia cerita segala kegundahannya di atas kasur saya, bersama-sama kita 'meranjang' membahas serentetan alasan mengenai air matanya yang jatuh
kelegaan didapat walaupun tanpa pemecahan atas permasalahannya.

terima kasih, kasur. kau memberi ruang untuk kami berkeluh kesah.


saat menulis notes ini, saya mengenang masa-masa lama di mana saya masih sering mengingat selera humor dan punggung seorang 'bekas kawan dekat' selalu sebelum saya jatuh tertidur pulas.
kadang saya mengenangnya dengan tekanan yang kurang mengenakkkan di hati, tapi semakin lembaran hari bertambah, semakin saya mengenangnya dengan senyum-senyum sederhana pertanda saya sudah menjadikan kenangan tersebut seakan sebungkus permen cha cha berwarna warni yang tersegel rapat dalam kemasan anti kadaluarsanya. manis. menyenangkan. namun tak perlu saya buka segelnya karena saya punya banyak cokelat toblerone untuk saya habiskan.
saya bertransformasi di atas kasur saya.

terima kasih kasur, kau dengan legawa menyerahkan segala ruangmu untuk saya eksplorasi demi sebuah perubahan fundamental untuk keegoisan diri saya sendiri.


lalu saat ini saya lihat kasur saya.

buku akuntansi.
papan berisi motivasi-motivasi lawas.
alfalink yang gagap teknologi.
meja belajar.
laptop budukan.
remah-remah cracker sisa 'dosa cemilan tengah malam'.
lampu anpanman yang tak bisa nyala lagi.
segala detil kehidupan saya seakan seperti

tanaman air yang menempel di tubuh ikan paus.

melekat sekali sehingga seakan itu menjadi sebuah pertanda kalau ia adalah paus tua.


kasur saya yang peer-nya tak fungsi sempurna, yang sprainya tak pernah ganti selama enam bulan belakangan, sudah menjadi satu dengan tiap detil diri saya.
secara fisik. secara batin.
karena ia memberi ruang untuk saya.
apa pun kejelekan yang pernah saya lakukan.
apa pun kesedihan yang saya bebankan.
apa pun kondisi tingkat ke-alay-an saya.
apa pun kasta saya, dipersepsikan lagi kasta sudra atau sudah waisya.


kasur saya menerima saya apa adanya, karena itu saya membuka diri saya sepenuhnya.
dan saya menjadi mencintainya sepenuh-penuhnya karena saya merasakan bahwa ia juga mencintai ruang saya.



bagaimana dengan kasurmu?
apakah sudah ada manusia yang berperan seperti kasur bagimu?
kalau punya alhamdulillah ... beruntunglah! SLEEPING BAG sudah ada di tangan!

kalau ngga punya, juga alhamdulillah. 
Ayo bilang sama-sama, "terima kasih yaa tuhan.. sudah kasih kami satu kasur untuk tiap-tiap kami untuk kami eksplorasi!"

thanks god, thanks bed =)


 BL:

Sur, lain kali kalo bisa mandiri deh. 
Mandiri = MANDI SENDIRI
Ngerti kan maksud ane, Sur?

Yogyakarta: Kafha Troop in a Great Trip!

Irviene:

Ngaso-ing after being volunteers!

Left to Right: Reni Oktari, Mariyo, Irviene



Some awesomeness in MIROTA BATIK. Cheap, unique, various. A very recommended art shop!




Take a walk at.. well, I don't know exactly =P


The unforgettable 'Pasar Malam'

Try to walk straightly between two legendary Banyan Tree, and I did it! 




BL:

Lo cuma mau bikin ngiri aja, kan? Kampretto Budukko.

Seeing is believing, isn't it?

Irviene:



Kafha: Laboratory for Humanity and Culture held an event named 'Paramadina Bakti Negeri' on November 26th until December 20th, 2010.

The main idea of this event is bulding humanity consciousness in people who stand in the land without any disastrous nature event (yet) to people who stand in the land with.white sand in their hand. But it's not an ordinary sand. It was their home sweet home a couple of months ago. Merapi's explotion got their home shattered.

  Kafha collected the coins for them in approximately one month by several actions: ngamen from park to park in Jakarta, spreaded a bamboo money boxes to every single Paramadina University corners, spreaded gunny-sacks to let people throw recycled bottle or glass there, searched for donators all around the world Paramadina University, and also sold our humanity festival tickets (collaborating with "Imunisasi Puisi", a culture event held by Kafha, too).

We were strive hard for them. Because we realize that god within us told us to do so.


 


Ngamen  at some parks in Jakarta


Gunny-sacks haunted Paramadina, =D 

Bamboo money box for your coins



Our Humanity and Culture Event

Our hardwork results IDR 6.890.000 ++ for Merapi's victims that consists of:
200 packages of kiddies bag for elementary children in Kradenan Village, Srumbung - Magelang
IDR 500.000 for education enhancement in MI Muhammadiyah Kradenan I - Magelang
IDR 1.390.000 for SEMBAKO (delivered by MER-C)

Kafha then goes to the disaster area. With the help of Forum Indonesia Muda (FIM), Kafha went to Kradenan Village, Magelang. Kafha Paramadina and friends from FIM Rescue were not only delivering cash, but also delivering courage to people in Kradenan Village to live on.


kiddies bag for girl


Dr. Mia, a friend from FIM Rescue, is teaching health issue to Kradenan kids  


Reni: G-O-O-D A-F-T-E-R-N-O-O-N, kiddos! Now we learn word M-U-R-D-E-R. =P

A whole new family in Kradenan Village

BL: Wooi! Napa lo juga dapet tas sekolaah!

The most delicious Salak Pondok I have ever met 


Mariyo: I am cute enough, right?






Wedhus Gembel's fingerprint

Aco, Mariyo, Irviene, and Reni from PBN with fellas from MER-C Yogyakarta

Someone said to me:
"It's too late to distribute helps to Merapi's victim. This time is for other disaster!"

I have learnt something when I see Kradenan Village. When the journalists ended disaster story on their newspaper, it doesn't mean the victim's pain was also ended.

The pain still remains. The tears still leaks to their pants. The struggle still a long way to go.

While the people like us now, just 'leyeh-leyeh' in front of TV watching Spongebob Squarepants or Justin Bieber, shouting our servant to turn-on the AC so we can sleep in a very comfortable way. It's not the way how to live righteously, indeed.

Let us feel their pain just a little bit, so we can pray with all of our heart.
Praying for their happiness and sadness. Praying for their laugh and tears.
So god -with whatever nickname we call- could bless them. And us.


BL:


I'm praying now =)