Repost from Facebook Notes #1: Ini Sesuatu yang Harus Kamu Tahu

irviene:

tidak, ini bukan tulisan tentang lawan jenis yang notabene selalu jadi topik lagu-lagu mainstream atau puisi cinta-cintaan.
tidak, ini juga bukan cerita tentang persahabatan happily ever after yang manis seperti gula-gula yang dijual di seven grain.
tidak, tidak. bukan tentang orang tua yang jadi 'tema ESQ untuk merenungi hidup hari ini'

ini tentang sebuah









kasur.

kenapa kasur?

sudah saatnya saya menghargai balas budi kasur saya.



barusan tadi seorang sahabat datang di kasur saya dengan air muka sedih
"aku mau cerita banyak," katanya.

dan ia cerita segala kegundahannya di atas kasur saya, bersama-sama kita 'meranjang' membahas serentetan alasan mengenai air matanya yang jatuh
kelegaan didapat walaupun tanpa pemecahan atas permasalahannya.

terima kasih, kasur. kau memberi ruang untuk kami berkeluh kesah.


saat menulis notes ini, saya mengenang masa-masa lama di mana saya masih sering mengingat selera humor dan punggung seorang 'bekas kawan dekat' selalu sebelum saya jatuh tertidur pulas.
kadang saya mengenangnya dengan tekanan yang kurang mengenakkkan di hati, tapi semakin lembaran hari bertambah, semakin saya mengenangnya dengan senyum-senyum sederhana pertanda saya sudah menjadikan kenangan tersebut seakan sebungkus permen cha cha berwarna warni yang tersegel rapat dalam kemasan anti kadaluarsanya. manis. menyenangkan. namun tak perlu saya buka segelnya karena saya punya banyak cokelat toblerone untuk saya habiskan.
saya bertransformasi di atas kasur saya.

terima kasih kasur, kau dengan legawa menyerahkan segala ruangmu untuk saya eksplorasi demi sebuah perubahan fundamental untuk keegoisan diri saya sendiri.


lalu saat ini saya lihat kasur saya.

buku akuntansi.
papan berisi motivasi-motivasi lawas.
alfalink yang gagap teknologi.
meja belajar.
laptop budukan.
remah-remah cracker sisa 'dosa cemilan tengah malam'.
lampu anpanman yang tak bisa nyala lagi.
segala detil kehidupan saya seakan seperti

tanaman air yang menempel di tubuh ikan paus.

melekat sekali sehingga seakan itu menjadi sebuah pertanda kalau ia adalah paus tua.


kasur saya yang peer-nya tak fungsi sempurna, yang sprainya tak pernah ganti selama enam bulan belakangan, sudah menjadi satu dengan tiap detil diri saya.
secara fisik. secara batin.
karena ia memberi ruang untuk saya.
apa pun kejelekan yang pernah saya lakukan.
apa pun kesedihan yang saya bebankan.
apa pun kondisi tingkat ke-alay-an saya.
apa pun kasta saya, dipersepsikan lagi kasta sudra atau sudah waisya.


kasur saya menerima saya apa adanya, karena itu saya membuka diri saya sepenuhnya.
dan saya menjadi mencintainya sepenuh-penuhnya karena saya merasakan bahwa ia juga mencintai ruang saya.



bagaimana dengan kasurmu?
apakah sudah ada manusia yang berperan seperti kasur bagimu?
kalau punya alhamdulillah ... beruntunglah! SLEEPING BAG sudah ada di tangan!

kalau ngga punya, juga alhamdulillah. 
Ayo bilang sama-sama, "terima kasih yaa tuhan.. sudah kasih kami satu kasur untuk tiap-tiap kami untuk kami eksplorasi!"

thanks god, thanks bed =)


 BL:

Sur, lain kali kalo bisa mandiri deh. 
Mandiri = MANDI SENDIRI
Ngerti kan maksud ane, Sur?

Leave a Reply