Repost from Facebook Notes #2: Malam hari ini terasa romantis

 Irviene:

Sabtu, 15 Januari 2011 1:47 a.m
sehingga membuat saya tak ingin tidur. tak kunjung tidur. tak bisa tidur.

malam ini sungguh, sungguh romantis karena ..












tuhan sedang terasa dekat. 

saya merasa kamu sedang mencoba bicara lewat sebuah tanda sama saya malam ini.

Lewat sebuah thread di lounge kaskus yang mendekatkan perasaan dan pengalaman masa lalu saya kembali.
segala flashback yang bertubi-tubi itu, seperti mengajak saya untuk menegosiasikan subjek-subjek yang masih setengah matang pikiran saya pahami.
Namun, bedanya saya bernegosiasi langsung dengan kamu, tuhan. Seakan kamu sedang mengajak saya minum kopi di angkringan dan diskusi santai bersama saya yang dari negeri asing ini.

'Saya ngga mau jatuh ke selokan yang sama!' kata saya.
Saya dulu terjerembab di sana hingga terluka.
Lukanya tidak sembuh-sembuh. Jadi saya pikir mungkin saya terkena Hemofilia.
Setiap saya lihat luka saya, saya merasa terjerembab untuk kedua kalinya.
Berkali-kali seperti itu hingga luka saya berkembang. Makin besar, makin banyak kotoran selokannya!


Kau hanya terkekeh, lalu berkata, 'Selama ini sudah saya katakan berkali-kali tepat bahkan di lubang telingamu agar semakin keras omongan saya itu. Jangan begini. Jangan begitu. Sebaiknya kamu begini, karena saya mengharamkan yang itu.
Haha, saya sih sudah menduga kamu tak akan begitu menggubrisnya. Saya sangat tahu, bahwa bagimu omongan saya tak lebih penting daripada pengalamanmu. Experience adalah segalanya, bukan?'

'Jadi saya biarkan kamu jatuh. Beberapa kali kalau perlu, sayangku. Saya biarkan kamu terluka agar kamu mengerti esensi omongan saya. Larangan saya. Perintah saya. Saya pun biarkan kamu, si kecil satu byte, masih kotor.
agar kamu mengerti ... alasan mengapa masih ada satu terrabyte orang yang jatuh lebih dalam dari kamu. Dan baju mereka jauh lebih kotor.
Kamu jadi tahu rasanya berada di selokan itu, bukan?

Kamu mengerti. Lalu kamu menciptakan satu terrabyte manusia yang utuh dalam pikiran dan hatimu. Bukan hanya kepingan parsial yang kamu dapat dari mencomot satu bagian kehidupan yang tertonjolkan saja.





Wuah, malam ini kamu sudah tolong saya keluar dari selokan itu. Alhamdulilah.
Masih kotor, masih terluka. Namun saya sekarang tahu teknik untuk bermanuver menghindari selokan itu.
Kalau ada selokan baru, saya akan berusaha untuk tetap open minded kok.
Tapi kalo saya masih misuh-misuh, merasa paling menderita, lalu masih putus asa juga, tolong getok dikit kepala saya, ya!

Selamat datang selokan baru! Saya menghadapimu lagi, tapi kali ini saya punyaaaaaaa

PETA!


Leave a Reply