Repost from Facebook Notes #3: Siapa yang Bilang?

Irviene:

Jumat, 7 Januari 2011, 5:28 PM



Siapa yang bilang kita tidak bisa menilai diri sendiri?

Hari ini saya belajar satu hal dari sebuah momen yang mencerahkan:

Kita semua bisa menilai diri sendiri.

Pernahkah, merasa berada di tempat yang seharusnya kamu tidak di situ?
Ramai, tapi terasa sangat asing. Karena kamu merasa kamu tak layak berada di tempat itu.
Hati merasa tertekan, ingin segera keluar dari tempat itu. Tiba-tiba merasa sedih, tak berharga .. atau sebaliknya. Tiba-tiba merasa tinggi dan tak ingin disentuh.

Itu adalah saat di mana seseorang sedang menilai dirinya menurut parameter tempat di mana ia berada. 
Kadang ia merasa terlalu rendah untuk berada di sana. Atau sebaliknya, merasa terlalu tinggi untuk berada di sana.
Seperti sebuah gedung bertingkat. seorang manusia tahu di lantai mana ia berada sekarang, karena semua pekerjaan, pengalaman, segala apa yang ia tahu benar ada di lantai itu.
Saat menekan tombol lift di lantai lain, kita menemukan divisi yang berbeda. 
"Ups, salah jurusan!" si manusia kembali menekan lantai yang benar, dan bertahan di lantai itu.

Saya sendiri tahu, saya ada di lantai berapa. Siapa yang ada di bawah lantai saya. Siapa yang ada di atas lantai saya. Saya tahu betul semua itu. 

Bagaimana bisa tahu?
Teman baik saya, si ego sudah buat arsitektur dasar gedung bertingkat saya!
Si ego tahu benar bagaimana cara mengklasifikasikan manusia-manusia yang menempati setiap lantai.
Katanya sih, urutkan saja berdasarkan 5K: Ketampanan, Kecantikan, Kesuksesan, Kekayaan, Kepemilikan.

Saya sih nurut-nurut saja apa mau dia. 
Saya bikin lah blue printnya. Saya warnai sedemikian rupa. Abu-abu dan hitam - si gloomy. Magenta - si feminim. Electric Blue - si anak g4h03L. Biru dongker - si berwawasan. dan lain-lain-lain.  Saya kotak-kotakkan gedung saya berdasarkan biodata manusia-manusia dunia saya!

Dan lalu, saya berdiam di ruangan saya. Bergumul dengan manusia-manusia yang satu lantai dengan saya.
"Asyiknya .."
Saya cinta mati sama lantai ini! Saya gak mau pisah dari lantai ini barang sedetik pun!

Tapi tahun demi tahun berlalu.
Dan saya tetap berada di lantai yang sama.
Dengan orang-orang yang hampir sama. 
Dengan warna yang masih satu keluarga, hanya dibedakan tingkat saturasinya.

Lah, saya kok jadi merasa mandeg?

Saya ingin keluar sesekali. 
Tapi saya juga gak mau berada di lantai lain!
"Udah beda level!" kata ego saya.

Peribahasanya sih,
Hidup segan, mati pun tak mau. 

Gimana ya?

Saya sih maunya pindah rumah. Gak mau tinggal di gedung lagi.
Tinggal di padang rumput aja.
Meadow.
Emang sih ngga nyaman. Banyak nyamuk, gak ada fasilitas.
Tapi hidup saya gak terbatas oleh lantai.
Karena meadow itu luas sekali, semua orang bisa hidup di sana.
Lalu kita semua, si hitam, si biru dongker, si electric blue, semua bisa menikmati pemandangan padang rumput yang luar biasa ini, sama-sama.
Kayak mimpi ya?

Bisa jadi nyata sih, masalahnya ..
Hei, manusia.
Pada bersedia ngga, kita bersama-sama pegang satu palu kecil.
Menghancurkan gedung bertingkat kita.
Lalu bersiap digigit nyamuk, gak punya meja kerja, gak bisa nonton televisi.
Tapi punya satu padang rumput luas yang teduh untuk kita nikmati gairah hidupnya bersama? 

Masalahnya lagi, 
Banyak yang ngga punya tenaga lo, pin, untuk hancurin gedung. Berat lo.
Emangnya njebol gedung kaya minum ale-ale pake sedotan?

Masalahnya lagi, emang kamu punya duit, pin, buat ngegantiin peranti-peranti mahal yang rusak gara-gara menghancurkan ruangan-ruangan punya manusia di tingkat atas?





Haduh. Dunia ini, rumit juga ya?

Babbling Lady:

Udah deh. Slaaaw aja, gak usah dibawa rumit. Buset deh.

8 Responses so far.

  1. Pin, ini tuh tulisan sendiri ya?

  2. wah, bukan kak, ini tulisan buapakku ..

    haha, ngga deeng

    yah .. kalo tulisan orang lain sudah aku kasih tulisan source-nya kok kak, kan udah belajar di wikipedia :D

    knapa ka? kalo ada sesuatu yg menyinggung feel free to comment :)

  3. ga knp2, kata2 mu mengalahkan para politisi n para pujangga... :D
    imajinasi mu mengalahkan para seniman n para sutradara Film yang ada.. *sadaaapp... :p
    "Emangnya njebol gedung kaya minum ale-ale pake sedotan"
    jgn gedung Paramadina pin.. *uppsss...

  4. buseetttttt lebay gelaaaaaa
    kelebay-an kak agung mngalahkan olga syahputra, hahaha

    mending jebolin gedung mercubuana :PPP

  5. Gara2 kelebayannya, Olga bs menang Panasonic Gobel Awards :P

  6. kalo kak agung kira2 bakal menang award kaya olga ngga? oh iya kayaknya, orang tergombal nomor wahid. hahaha

  7. gombalnya kan sm yg punya blog ini doank.. =))
    pin, cita2 kamu jd hacker ya? :D

  8. hiyaaaaah tuh kan mulai serangan gombalan nomor #367
    hahaha
    heee??? orang main twiteer aja pusing, pake acara jadi hacker .. T___T

Leave a Reply