Will not be around in four days because of ...

Irviene:



Being a part of Forum Indonesia Muda X!

Place: Taman Wiladatika, Cibubur
Time: 28 April until 1 May 2011

Very excited to see inspiring friends, inspiring event, inspiring experiences.

Babbling Lady:

Sekalian liburan yeyeye



Bondo Nekat Trip to Bandung

Irviene:

Jakarta-Bandung. First time driving for the driver. Not enough money. No plan included. Perfekto.



Bandung Rangers:
Indah, Vina, Thalita, Irviene

The Records:
Dua kali nabrak spion orang, satu kali nabrak pembatas jalan, beberapa kali salah jalan, diparkirin paralel sama Kak Alriandi, dan Indah as driver malah foto-foto sama spidometer berangka 120 km/jam sementara kita di jok belakang megap-megap baca surat Yasin.

But, we made it. And we are sooo darn HAPPY! Yay! 

Bukti bahwa kita bahagia:



Sementara menunggu Indah yang sedang meeting bersama teman-teman Indonesian Future leaders-nya (atau sebenernya meeting bersama Adit 'ehem-ehem'-nya), kita jalan-jalan di Riau, mengunjungi beberapa Factory Outlet di Bandung.


Lalu dinner di Kafe Makan-Makan (recommended)








 

Mereka emang beneran kembar: Vina - Vani
 Menginap semalam di Rumah Vina Triana Sudarto yang super warm and cozy.



GO HOME!


Special thanks to: The superb Indah Novrinta yang sudah berbagi kebahagiaan sama kita semua, ngajakin ke Bandung bareng-bareng, dengan manuver-manuver driving-nya yang super memorable. Haha. 

Sst. Ini pertama kalinya gue ke Bandung, ndah. Ngahahaha

Babbling Lady:

Ke Bandung lagi doooong!!!

Teater Kafha Present:Wanita-wanita Parlemen

Irviene:


Desgn by: Farid Kardana

Update:

HTM: IDR 7.500 or IDR 10.000
Date: April 21, 2011
Place: Taman Peradaban, Universitas Paramadina

Ini adalah Pementasan Teater Kafha angkatan 2010. Saya juga ikut main seuprit adegan, haha.

Bagi yang kaget, saya ini pake WIG rambut panjang.






:Sst... jangan bilang-bilang yeee:




Photographed by: Mas Nuri

Duta Lagu Anak-anak

Irviene:

We are not ordinary ambassadors. We are KIDDY'S SONG AMBASSADORS!

We know that Indonesian kids nowadays prefer "Bertahan Satu C.I.N.T.A" to "TIKUS MAKAN SABUN". We are concern about that ironical shift. We believe that Indonesian kids should grow up in-line with their age. So, we initiate to introduce Indonesian kid's songs to people, especially kiddos. 

Kids, let's CICAK-CICAK DI DINDING-ing!

PS: Sorry if this video's too annoying. We just had so much fun while doing our social mission :P



Starring:

Irviene Maretha

and also part of ambassador: Fauzan Rahmat Zatmika



Babbling Lady:

Kulehe.

Achievement

Irviene:

Beberapa waktu yang lalu saya mengalami kesedihan sepanjang hari. Tumben, karena biasanya jika sedih, kesedihan itu tidak akan saya remas berlarut-larut. Tapi kali ini, dari pagi hingga pagi lagi, saya masih remas-remas rasa sedih itu.

Kesedihan dimulai pada suatu sesi di mana saya sharing dengan orang-orang yang luar biasa di bidangnya masing-masing. Ada yang sudah menjadi entreprenenur, ada yang sering menang lomba skala nasional, ada yang sudah pernah pertukaran budaya ke luar negeri, ada juga yang sudah diterima pertukaran pelajar ke negara asing idaman, ada lagi yang lolos seleksi skala internasional begini dan begitu. Wah, Alhamdulillah bisa sharing dengan orang-orang yang luar biasa, pikir saya.

"Si A begini, si B begitu, si C ke sini, si D ke situ. Wah, semua sudah terlihat fokus mereka di mana. Bagaimana denganmu, Pin? Apa rencanamu?" tanya moderator.

Kesedihan saya dimulai dari pertanyaan ini. 

"Hmm.. saya ingin berbisnis sih, tapi masih berupa angan-angan. Slow aja.. hehehe"

Sejujurnya hati saya sama sekali tidak slow. Saya merasa gagal secara komparatif. Pertanyaan yang sebenarnya sangat baik dan encouraging itu di pikiran saya berputar-putar menjadi seperti ini.

~~ Orang lain sudah berhasil semua, tapi kamu ke mana aja wooi... Ayo cepetan bikin achievement atau bakal ketinggalan kereta kamu! ~~

Oh, pikiran itu adalah hal yang sangat menusuk-nusuk harga diri saya. Saya menjadi seorang yang lemah dan berpikir bahwa until now, I'm bullshitting. Nothing. And freakably unnecessary. Jadi yang selama ini gue lakuin sebenarnya apa?


Pencapaian saya memang super kecil jika dibandingkan dengan orang lain. Wah, saya pernah menang lomba apa sih? Saya pernah lolos seleksi apa sih? Saya pernah pergi ke mana sih? Tapi entah kenapa, saya merasa  tidak ter-encourage dan justru sedih dengan keberhasilan teman saya yang dibanding-bandingkan dengan saya.


Saya mengerti jawabannya saat berdiskusi dengan teman sekamar saya, Asfiyah Fadhillah


"Ingat nggak, kata-kata di film Step Up 3D kemarin? It's not about the arrival. It's about the journey. Berhasil itu berbeda dengan sukses, Pin. Saat kamu berhasil pergi ke luar negeri atau menang lomba, itu bukan berarti kamu sudah sukses. Sukses itu saat kita bisa berkontribusi untuk kehidupan orang lain.


Kamu, masih tetap bukan kamu, saat ada dan tidaknya kamu itu tidak ada bedanya."


Itu yang saya cari selama ini. Kesuksesan dan bukan keberhasilan. Journey and not the arrival. 
Makanya saya bahagia terhadap mereka yang menang lomba, tapi tidak merasa terlalu menginginkannya.
Makanya saya senang melihat teman pergi ke luar negeri tapi tidak menginginkan pencapaiannya.


Bukan karena saya malas, sungguh. Tapi saya sungguh lebih mencintai pengalaman daripada pencapaian. Saya ingin berada di puncak Teori Motivasi Maslow di mana pengakuan tak lagi fokus utama saya, tapi bagaimana mengaktualisasikan diri saya dalam bentuk kontribusi untuk dunia.


Achievement is important. Tapi sekarang, saat saya mencoba mengejar achievement itu, saya akan menanyakan lagi kepada diri saya, "Apa yang  bisa saya lakukan setelah memperoleh achievement itu?"


Karena saya mau menjadi seperti udara, yang membuat dunia menjadi berbeda atas ada dan ketiadaan saya.


PS: Terima kasih ya, Ase, sudah bantu saya mendefinisikan perasaan saya. :)


Babbling Lady:


Mengisi CV memang penting, tapi mau di bawa ke mana CV itu, itu jauh lebih penting!

Mengevaluasi Cinta

Irviene:

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang kata 'cinta', karena saya pun memang masih mencari definisinya. Namun, kali ini saya merasa bahwa saya sedang didewasakan oleh Tuhan menyangkut subjek tersebut dari sisi yang berbeda.

 Saya seringkali mengira bahwa apa yang saya alami adalah rasa cinta kepada lawan jenis. Sering memikirkan 'orang itu' sama dengan cinta. Deg-degan saat bersama 'orang itu' sama dengan cinta. Merasa sedemikian spesial karena 'orang itu' sama dengan cinta. Ingin selalu berada di dekatnya dan nyaman bersamanya sama dengan 'cinta'. 

Tapi, apa iya memang seperti itu?

Kapan sesuatu bisa kita sebut cinta dan tidak bisa disebut cinta?

Saya pernah mengira saya cinta sama Mawar (bukan nama sebenarnya). Apa yang dilakukan sama si Mawar ini benar-benar membuat saya merasa yang namanya Irviene Maretha ini cuma satu-satunya orang yang ada di muka bumi. Mawar memberi saya ini. Mawar memberi saya itu. Mawar menangis untuk saya. Mawar menyanyi untuk saya. Mawar hanya ingin bersama saya, karena saya adalah orang yang paling ia sukai. Pokoknya saya bagaikan Indomie keriting spesial di matanya. Merek yang paling favorit, harganya mahal, lagi sifatnya spesial sekali, rasa cabe rawit kesukaannya sejak kecil. Saya pun merasakan ciri-ciri yang tertulis di paragraf sebelumnya. Nyaman, deg-degan, selalu memikirkan, dan lain-lain saat bersamanya.

Jadi saya cinta Mawar? Setelah sekarang saya evaluasi, perasaan saya ini bukan cinta. Saya hanya mencintai keistimewaan diri saya sendiri. Perasaan bahwa diri saya sebegitu spesial di matanya mengisi harkat dan martabat saya, dignity saya sebagai seorang manusia. Saya ingin dicintai dengan value yang ada dalam diri saya, dan ia berhasil membuat saya merasa seperti itu.

Pada akhirnya, yang saya cintai adalah Indomie keriting spesial rasa cabe rawit. Diri saya sendiri yang terrefleksi di mata Mawar. Bukan dirinya. 

Dalam kasus dan hari yang lain, saya pernah mengira saya cinta sama si Gladiol (bukan nama sebenarnya, lagi). Gladiol is a good looking man with a very manly manner. Ia menghormati saya dan menghargai saya apa adanya saya. Saat saya melucu ia selalu tertawa. Saat saya datang, ia selalu menyapa dengan ekspresi menyenangkan. Saya menjadi merasa nyaman sekaligus aman saat bersamanya. Kemudian, secara tak sadar, Gladiol menjadi orang yang paling saya tunggu untuk saya temui.

Jadi saya cinta Gladiol? Bukan. Sekali lagi itu bukan cinta. I just love the way I'm not feeling scared of being alone anymore. I just love my dignity that grow from his respectful manner. Sekali lagi, hanya hanya mencintai diri saya!

Saat saya menemukan bahwa apa yang dilakukan Mawar dan Gladiol nantinya bisa dilakukan oleh orang lain, tidak menutup kemungkinan bahwa saya pikir saya bakal cinta sama orang lain itu. Mawar and Gladiol can be replaced.

Feel save, feel comfortable, and think about him all the time don't mean that we are in love with him. In my case, I just love myself. 

Lalu kapan cinta itu ada?

Entahlah. Tapi pikiran saya saat ini mengatakan bahwa cinta itu ada saat kita bersedia membuka hati untuk menikmati keberbedaan orang lain seutuhnya. Mengenalnya sebagai manusia yang utuh tanpa embel-embel apa yang mereka perbuat untuk kita. Jadi bukan hanya menikmati keberbedaan dan kespesialan diri sendiri karena keberbedaan orang lain terhadap kita. 

Lalu setelah kita bersedia, saat bertemu dengan 'orang itu', akan ada titah yang mengatakan, "Anjir. Kok saya sangat suka posisinya di hati saya yang irreplacable by anything, ya?"

Yah, saya masih sedang mencari jawaban yang tepat juga. Jawaban ini pun, saya rasa masih akan diamandemen berkali-kali. Jawaban yang sempurna, mungkin bisa dirasakan kalau udah ketemu jodoh kali, ye.

Babbling lady:

Mencintai itu dimulai dari membuka hati. Loving myself will start from opening my heart to myself. Loving them will start from opening my heart to them. Jadi mau mulai mencintai yang mana dulu?

Cashion #1: Androgyny Pastel




| Pastel Blazer: Monday Market IDR 1.000 | Black Top: Monday Market IDR 1.000 | Black Pashmina: ITC Ambassador IDR 25.000 | Black Boots: ITC Mangga Dua IDR 40.000 

Police: Not Always a Corruptor, huh?

Irviene:

It's so nostalgic. I was opening and closing my notebook's folder randomly and found this.




http://www.youtube.com/watch?v=NlcOGFAn5EE&feature=channel_video_title

It was my do-it-yourself documentary video, made with Ema Hari and Alda Febrimora for Police for Tourism Competition. Luckily, we won  the 5th place for the best video. I don't know why we won. Hahaha. For me it's such a mess, because we made it in deadline-day, but I was pretty satisfied knowing that we could make it on time. It was my very very first time making such a documentary video. I want to share to all of you in my newly-born Youtube Account *smiling widely* (but I don't know how to upload it well because of SME's copyright thing. *sigh*)


And we also entered Photo Competition about Police, won 2nd place in this competition, too





.




















By the way, making this video and taking these pictures make me knew that police is not always corrupt and do ironical things compared with their real job. We had so many polices helping us in our project. They were very kind to us and tell some story about how they feel about being sterotyped.


Moral of the story: Don't generalize people with the same tone. I mean, don't make a stereotype about police, about punkers, about Remaja Masjid, or about Celebrities. If your mind starts doing it, then stop it as soon as possible.

Celebration night after Kick Andy on-air show



Oh, that's the first and the last trophy I've got from first being college student until now. WTF. (I mean, What The Fun?! haha). 

Darn, I'm soo missing being productive and spirited so much like I did before!

Babbling Lady:

Remember S Club 7 song, hey Irviene!
~~don't stop, never give up. Hold your head high and reach the top. Let the world see what you have got. Bring it all back to you~~

Late is better than doing nothing!
:)

Cashion

Irviene:

Fashion is not about having expensive branded things. It's about the way you show your-own-self in your appearance. When people see your looks as ONLY YOU, not A GIRL WEARING ZARA TOPS,  ta-daa.. you got your style!
~Irviene

Cashion is my fashion concept that an acronym of Fashion on Cash. Or, I can say... Cheap Fashion. Yeah, Cheap. I love cheap things!

It's implementation of my belief that being the-awesome-you is not necessary needs expensive budget.

So, Enjoy the Cashion Series, peeps :)

Going Crazy with Mac Software

Irviene:





Another silly things when I was shopomore. :D

Babbling Lady:

Edan.