Mengevaluasi Cinta

Irviene:

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang kata 'cinta', karena saya pun memang masih mencari definisinya. Namun, kali ini saya merasa bahwa saya sedang didewasakan oleh Tuhan menyangkut subjek tersebut dari sisi yang berbeda.

 Saya seringkali mengira bahwa apa yang saya alami adalah rasa cinta kepada lawan jenis. Sering memikirkan 'orang itu' sama dengan cinta. Deg-degan saat bersama 'orang itu' sama dengan cinta. Merasa sedemikian spesial karena 'orang itu' sama dengan cinta. Ingin selalu berada di dekatnya dan nyaman bersamanya sama dengan 'cinta'. 

Tapi, apa iya memang seperti itu?

Kapan sesuatu bisa kita sebut cinta dan tidak bisa disebut cinta?

Saya pernah mengira saya cinta sama Mawar (bukan nama sebenarnya). Apa yang dilakukan sama si Mawar ini benar-benar membuat saya merasa yang namanya Irviene Maretha ini cuma satu-satunya orang yang ada di muka bumi. Mawar memberi saya ini. Mawar memberi saya itu. Mawar menangis untuk saya. Mawar menyanyi untuk saya. Mawar hanya ingin bersama saya, karena saya adalah orang yang paling ia sukai. Pokoknya saya bagaikan Indomie keriting spesial di matanya. Merek yang paling favorit, harganya mahal, lagi sifatnya spesial sekali, rasa cabe rawit kesukaannya sejak kecil. Saya pun merasakan ciri-ciri yang tertulis di paragraf sebelumnya. Nyaman, deg-degan, selalu memikirkan, dan lain-lain saat bersamanya.

Jadi saya cinta Mawar? Setelah sekarang saya evaluasi, perasaan saya ini bukan cinta. Saya hanya mencintai keistimewaan diri saya sendiri. Perasaan bahwa diri saya sebegitu spesial di matanya mengisi harkat dan martabat saya, dignity saya sebagai seorang manusia. Saya ingin dicintai dengan value yang ada dalam diri saya, dan ia berhasil membuat saya merasa seperti itu.

Pada akhirnya, yang saya cintai adalah Indomie keriting spesial rasa cabe rawit. Diri saya sendiri yang terrefleksi di mata Mawar. Bukan dirinya. 

Dalam kasus dan hari yang lain, saya pernah mengira saya cinta sama si Gladiol (bukan nama sebenarnya, lagi). Gladiol is a good looking man with a very manly manner. Ia menghormati saya dan menghargai saya apa adanya saya. Saat saya melucu ia selalu tertawa. Saat saya datang, ia selalu menyapa dengan ekspresi menyenangkan. Saya menjadi merasa nyaman sekaligus aman saat bersamanya. Kemudian, secara tak sadar, Gladiol menjadi orang yang paling saya tunggu untuk saya temui.

Jadi saya cinta Gladiol? Bukan. Sekali lagi itu bukan cinta. I just love the way I'm not feeling scared of being alone anymore. I just love my dignity that grow from his respectful manner. Sekali lagi, hanya hanya mencintai diri saya!

Saat saya menemukan bahwa apa yang dilakukan Mawar dan Gladiol nantinya bisa dilakukan oleh orang lain, tidak menutup kemungkinan bahwa saya pikir saya bakal cinta sama orang lain itu. Mawar and Gladiol can be replaced.

Feel save, feel comfortable, and think about him all the time don't mean that we are in love with him. In my case, I just love myself. 

Lalu kapan cinta itu ada?

Entahlah. Tapi pikiran saya saat ini mengatakan bahwa cinta itu ada saat kita bersedia membuka hati untuk menikmati keberbedaan orang lain seutuhnya. Mengenalnya sebagai manusia yang utuh tanpa embel-embel apa yang mereka perbuat untuk kita. Jadi bukan hanya menikmati keberbedaan dan kespesialan diri sendiri karena keberbedaan orang lain terhadap kita. 

Lalu setelah kita bersedia, saat bertemu dengan 'orang itu', akan ada titah yang mengatakan, "Anjir. Kok saya sangat suka posisinya di hati saya yang irreplacable by anything, ya?"

Yah, saya masih sedang mencari jawaban yang tepat juga. Jawaban ini pun, saya rasa masih akan diamandemen berkali-kali. Jawaban yang sempurna, mungkin bisa dirasakan kalau udah ketemu jodoh kali, ye.

Babbling lady:

Mencintai itu dimulai dari membuka hati. Loving myself will start from opening my heart to myself. Loving them will start from opening my heart to them. Jadi mau mulai mencintai yang mana dulu?

8 Responses so far.

  1. missbaki says:

    ipiin..iyaa beneer, love yourself, because it is the way to finding another love!

    love u ipiin,
    mmuach!

  2. love you too asriiii .. mmuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

  3. buka hati muuu..
    bukalah sedikit utk kuuu..
    -armada-

  4. salah kamar gan, karaokean di inul vista yee, bukan di blog ane :P

  5. mmuuaaaahhh...
    *nyiumlaptop... :D

  6. hihihi orang aneeeeeeh >____<

  7. vina says:

    Iping, ada buku bagus.. "nikmatnya pacaran setelah pernikahan" tulisan Ust. Salim A. Fillah. ^^

Leave a Reply