Mohon Maaf Lahir Batin?

Irviene:


Bulan Ramadhan saya yang kedua puluh diawali dengan sedikit berbeda. Entah kenapa, ada banyak SMS masuk di awal bulan untuk meminta maaf dalam rangka memulai hari "Ramadhan yang suci" ini. Tahun-tahun lalu sih, SMS seperti ini bakal datang saat hari raya Idul Fitri. 


SMS seperti apa sih?


Ya... sms seperti ini:
"Mohon Maaf kalau ada sikap atau perkataan yang menyakitkan di hati kalian. Semoga Ramadhan kali ini membawa berkah. 
XXX dan keluarga."


atau berpantun,
"Ada gula ada semut. Tapi Anpanman tetep paling kiyut. 
Manusia kadang banyak salah dan luput. Mohon maaf lahir batin ya, semoga dosa kita semakin imut-imut"


atau malah tiba-tiba puitis,
"Lisan kadang tak terjaga, janji kadang terabaikan, hati kadang berprasangka. Khilaf, ini semua khilaf saya, sobat. Marhaban Ya Ramadhan. Mohon Maaf Lahir Batin."


Saya pribadi, senang mendapat SMS seperti ini. Bagi saya, hal ini menunjukkan itikad baik teman, sahabat, atau saudara untuk bersilaturahmi dan memulai bulan yang baik dengan hal yang baik pula. 
Tapi... jujur saja.. dan maaaf sekali...
 Saya tidak terlalu serius menganggap SMS-SMS ini sebagai permintaan "maaf". 


Ini kata Dewi "Dee" Lestari tentang SMS permintaan maaf saat hari raya. 
Apakah kita sempat berhenti sejenak untuk memahami arti "maaf" tersebut? Ketika kita sibuk membalas puluhan bahkan ratusan SMS dengan kata-kata indah yang berintikan maaf, apakah dalam hati kita benar-benar berproses dan memaafkan orang tersebut? Ataukah ini hanya bagian dari ritual dan kebiasaan yang ada dalam suasana saja? Suatu "mata uang" sosial yang kita gunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.


Hei, this woman is so darn right! Saat saya mengetik SMS seperti itu di hari raya lalu, saya tak benar-benar meminta maaf kepada mereka. Yah, saya hanya... ikut-ikut saja! Embrassing, eh?


Ramadhan tahun ini, akan saya mulai dengan belajar kata "meminta maaf" dan "memaafkan"
Apa yang akan kamu pelajari di Ramadhan tahun ini?
Apa pun itu, semoga keberkahan selalu menjadi milik kita! 


Babbling Lady: 
Intermezzo sedikit, saya sangat suka satu SMS yang datang pada saya pada hari itu. Bunyinya kurang lebih identik dengan SMS-SMS yang datang sebelum dan setelahnya. Namun, ada satu perbedaan:


Ia menyapa saya. Memanggil nama saya. Itu hal yang menyenangkan lho, mengetahui bahwa teman saya tidak serta merta mem-forward SMS itu dalam address book handphone-nya, dan lalu sedikit berusaha menambahkan nama panggilan dalam setiap SMS yang ia kirim. Everybody wants to be special, indeed. Terima kasih lho, Mayung.


Yah, you don't need to work hard to fulfill this need. You know, little things always MATTER.

12 Responses so far.

  1. Ahahahak. ada ANPANMAN unyu2...

  2. Assalamualaikuum,,
    kunjungan pertama nie di t4 ini,,.
    salam kenal ya,,..
    makasi,,.

  3. @hydan: huehehehe
    @cikal amanda: salam kenal juga cikal :))

  4. nulis anpanman cute jadi kiyut. baru nyadar hahah

  5. baguss tulisan nya

  6. @hydan: iya kaya kamu kan dan .. kiyut kiyut gimanaa gitu
    @rona: makasih telah berkunjung!

  7. nancep banget kak! menurutku kalo mau minta maaf mendingan langsung, daripada buang2 pulsa buat ngopi-paste untaian kata "mutiara maaf" *ejieh :p

  8. @ratri: :D wow, setuju sekalisama ratri :)

  9. Anonim says:

    "Work like you don't need money, Love like you've never been hurt before, and dance like no-one's seeing"

    cruuuuutttt, adikku rek... sangarr..

    pin add YM ku, id-ne: indonesianposmodernist

    the biggest loser in the world, mas-longor-mu: Rio

  10. lah ... kok ngerti blog ku mas? haha sip ..
    jeneng YM-e ae abot rek -__-

  11. Anonim says:

    Gak pin... iku mbiyen pas jamane sek ababil (koyok saiki gak ae..) sok keren nggawe jeneng seng aku dewe gak ngerti, terus, berhubung kontakku wes rodo akeh, aku dadi males ngganti ID. wkwkwkwkkw, masmu iki ancene arek males!!

    Halaah, awakmu ilo seneng nulis, seneng eksis, seneng 'bedo', gak mungkin gak duwe blog seng isine tulisan-tulisan (keren)mu
    cekelen omonganku.. dadi wong 'anonymous' iku luwih angel timbangane dadi wong 'famous'
    opo maneh nang fase-fase 'pembuktian diri', tapi iku gak berarti awake dewe gak perlu ngalami proses iku. Kene iki perlu pengakuan. Butuh ngerti kata sesimpel 'AKU'. Tapi maringono ono ojo lali lek pasangane 'AKU' iku onok 'KAMU' ambek 'MEREKA'. Fase iku yo gak kalah penting, dan fase iku luwih angel gawe dilakoni (biasa.. gampang diomongno tapi angel dilakonine). Nah, ndek titik iku awakmu wes gak ngomong masalah 'cita-cita' maneh... tapi 'tanggung jawab' (crut, omonganku crutt)

    Yoo mugo-mugo aku ndang iso moco tulisanmu tentang 'KAMU' dan 'MEREKA'... tapi tulisanmu iki keren kok, aku lo gak iso nulis koyok awakmu... simpel tapi mengena. SIPP!!! LANJUT GAN!!

    so, like a wise man once said "Hell, is other people", and I answer... "Hell, is when you force yourself into other people"
    My dear sister, ignorance... isn't bliss. Acceptance is bliss....

  12. selamat. anda mendapatkan award sebagai komentar terpanjang!
    huahaha ..
    iyo mas. aku yo ngrasakno kok masalah aku, kamu, mereka sing mbok maksud (lek aku gak salah ngerti seeh)

    siappp .. tak kontemplasi dhisik tapi ne .. haha

    "Hell, is other people", and I answer... "Hell, is when you force yourself into other people" ==> setubuh!

Leave a Reply