Connection

Irviene:

Saya menonton Happy Feet 2. Another remarkable hollywood cartoon, menurut saya. You know, di setiap film kartun hollywod, selalu ada pesan moral yang luar biasa menyentuh tanpa harus menyisipkan banyak adegan seks.


Satu pesan yang masih saya ingat dalam Happy Feet 2 adalah bahwa,
"Whatever our decisions is, it will affect the whole world in a way you would never imagine."
Pesan ini diceritakan dengan indah dalam scenes tentang seekor udang yang memutuskan untuk keluar dari fitrahnya menjadi hewan yang selalu berkumpul dengan jutaan udang lain lalu melihat dunia yang lain, yang pada akhirnya, tanpa diduga menyebabkannya menjadi penyelamat kehidupan jutaan Penguin Emperor.

Dunia seperti punya koneksi antara makhluk satu dengan lainnya, antara zat satu dengan zat lain, untuk membentuk causes yang tidak kita sadari. Saya jadi ingat teori "The Butterfly Effect" oleh Lorenz yang menyatakan bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menyebabkan badai tornado di Texas. Ini menandakan bahwa memang sebenarnya semua kombinasi peristiwa yang dialami seorang manusia, makhluk, atau zat pada dasarnya merupakan fenomena yang bersifat acak namun saling terhubung satu sama lain. The world is connecting.

Untuk menambah referensi tentang koneksi ini, saya sarankan menonton film dokumeter Al Gore "An Inconvenient Truth" juga.

Mengetahui itu, seharusnya kesadaran saya bertambah. Kesadaran pertama, adalah bahwa kepercayaan kebanyakan orang yang menyatakan bahwa kita hanyalah satu di antara milyaran manusia yang tak berefek apa-apa adalah salah. Kita tidak kecil karena sekecil apa pun keputusan kita, itu dapat mengubah dunia. 

Kedua, karena kita semua terkoneksi, selfish is definitely not the right way to live. Saya selfish, hingga saat ini pun saya masih selfish, egois, saya tahu itu. Saya cuek sama keadaan sekitar, sering tak mau tersenyum kepada sekitar orang, dan tak banyak perhatian kepada orang-orang yang berada di sebelah saya (yang kata Ajahn Brahm notabene adalah orang paling penting di dunia). Tapi cukup sampai di situ. Sudah cukup sampai hari ini saja. Saya mau berubah. Well, Kalau tiap hal tercipta sebenarnya untuk hal-hal yang lain, bukankah itu berarti apa yang kita tiap-tiap manusia ini alami, sebenarnya adalah juga karena adanya keadaan lain di luar sana?

We are all responsible with the world as it is now.

Saya sedih karena saya masih egois. Saya memang masih sering merasa disconnected from the world. 

Tapi saya sedang mencoba untuk tidak tidak lagi. I mean it.

How about you? How about your thought?

One Response so far.

Leave a Reply